
Jayapura, 26 Juni 2026 – Pusat Studi Sumberdaya Pesisir dan Kelautan Pasifik (PS2KP) Universitas Cenderawasih (Uncen) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan dan Implementasi Sistem Tiaitiki dalam Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, sekaligus Sosialisasi Dokumen Safeguard. Kegiatan berlangsung di Aula Pemerintahan Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kampung, Kepala Dewan Adat, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat dari empat kampung sasaran program di wilayah Teluk Depapre. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan terkait tujuan, ruang lingkup, serta tahapan pelaksanaan program, sekaligus membangun dukungan dan kolaborasi dalam pengelolaan ekosistem terumbu karang yang berkelanjutan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Selanjutnya, Kepala Dewan Adat Tefra menyampaikan sambutan dan arahan terkait pentingnya dukungan masyarakat adat dalam mendukung pelaksanaan program di wilayah Teluk Depapre.
Ketua PS2KP Uncen, Dr. Yunus P. Paulangan, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan latar belakang program, pentingnya kolaborasi multipihak, serta harapan agar program ini dapat memperkuat upaya pelestarian ekosistem terumbu karang melalui pengembangan dan implementasi Sistem Tiaitiki berbasis kearifan lokal.
Penyampaian materi sosialisasi program dilakukan oleh Tim Program PS2KP Uncen yang dipresentasikan oleh Dr. Paulus Boli, MS. Materi yang disampaikan meliputi tujuan program, ruang lingkup kegiatan, tahapan pelaksanaan, peran para pemangku kepentingan, serta rencana implementasi Sistem Tiaitiki di wilayah Teluk Depapre.
Selain itu, tim juga memaparkan Dokumen Safeguard yang menjelaskan prinsip-prinsip perlindungan sosial dan lingkungan, mekanisme pengelolaan risiko, serta prosedur mitigasi yang akan diterapkan selama pelaksanaan program. Sosialisasi dokumen ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan program dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, serta hak-hak masyarakat adat.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai masukan, tanggapan, dan harapan terkait pelaksanaan program, sekaligus membahas berbagai aspek penting yang perlu menjadi perhatian bersama dalam implementasi kegiatan di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dokumen dukungan dan komitmen oleh para stakeholder yang hadir. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan makan siang bersama seluruh peserta.
Program Pengembangan dan Implementasi Sistem Tiaitiki dalam Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Depapre didanai melalui hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) dengan Nomor Hibah CI-00035509. Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi terumbu karang berbasis masyarakat dan kearifan lokal demi menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir di Teluk Depapre.

